PERBEDAAN GENDER DALAM MEMIMPIN DAERAH TIDAK MENJADI HALANGAN UNTUK MEMBUAT KEBIJAKAN DITENGAH PANDEMI

Tahun 2020 menjadi tahun yang  berat bagi semua negara di berbagai belahan dunia, seperti yang kita ketahui dunia sedang dilanda pandemi Covid-19 yang memiliki dampak di semua sektor kehidupan. Di Indonesia penyumbang terbanyak kasus Covid-19 didominasi oleh 5 provinsi diantaranya provinsi DKI Jakarta, provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur dan provinsi Kalimantan Timur.  Hal ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi maka pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta masayarakat melakukan berbagai inovasi sehingga dapat memperbaiki pertumbuhan ekonomi negara.  Para pemimpin daerah harus mengeluarkan kebijakan untuk memulihkan perekonomian masyarakat yang saat ini terdampak pandemi, baik pemimpin laki-laki maupun perempuan harus menghasilkan kebijakan yang dapat mengendalikan dampak pandemi, agar ekonomi masyarakat dapat bertahan di masa pandemi yang melanda semua negara.

Salah satu daerah yang terdampak covid-19 yaitu Bali, Bali menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang sangat terkenal dengan keindahan alam serta budaya masyarakatnya, namun karena adanya pandemi ini sektor pariwisata melemah karena wisatawan mancanegara yang berkurang sejak diterapkannya lockdown di Indonesia maupun di negara lain. Di bawah kepemimpinan Wayan Koster untuk memulihkan sektor perekonomian berbagai cara dilakukan pemerintah, salah satunya dengan memberikan stimulus terhadap UMKM yang terdampak covid-19 serta bekerja sama dengan pelaku industri di luar negeri dengan melakukan survei pariwisata, pemerintah berkaitan dengan pariwisata menerapkan protokol kesehatan dan menerapkan pembayaran secara non-tunai melalui aplikasi bernama QRIS.

Untuk menghidupkan kembali ekonomi yang melemah, Bali melakukan transformasi digital pasar tradisional. Transformasi digital adalah perubahan dari berjualan offline menjadi online dengan memanfaatkan digital.  Program QRIS merupakan program yang berkerja sama dengan Bank Indonesia dan Perusahaan Umum Daerah Pasar Sewakadarma. Bali dinilai yang paling siap dengan Smart Heritage Market dibanding provinsi lain di Indonesia. Smart Heritage Market rencananya diaplikasikan kepada 16 pasar dan pemerintah daerah baru melakukan sosialisasi terhadap 3 pasar dan langsung sosialisasi kepada para pedagang.

Selain Provinsi Bali, Provinsi Jawa Timur DPRD bersama walikota Surabaya Tri Risma Harini juga mengembangkan Go-Digital transformasi pasar tradisional, namun dalam pengaplikasiannya belum sebaik Provinsi Bali. Hal ini didasarkan pada penurunan pertumbuhan ekonomi hingga 70% dengan sumbangsih terbesar dari sektor perdagangan. Maka pemerintah menganjurkan masyarakat khususnya generasi muda yang sudah melakukan transaksi secara online maka pemerintah mencoba menjadikan generasi muda sebagai pembimbing bagi pedagang tradisional.

Adanya transformasi digital pasar tradisional bisa menjadi jawaban yang dialami para pedagang pasar tradisional , namun hal ini tidak luput dari dampak positif dan negatif. Dampak positifnya yaitu mempermudah kegiatan transaksi penjual dan pembeli yang hanya memerlukan gawai serta kuota internet, dapat memutus rantai virus, dan dampak negatifnya yaitu tidak semua pedagang dapat mengoperasikan digital dan tidak semua pedagang memiliki akses terhadap internet bahkan tidak sedikit yang tidak mempunyai gawai, terkikisnya eksistensi pasar tradisional , resiko penipuan online lebih besar.

Dari kebijakan yang diambil oleh masing-masing pemimpin di daerah, terdapat keunikan yang terdapat antara pemimpin laki-laki dan perempuan dalam mengatasi permasalahan ekonomi yang berkaitan dengan transformasi digital seperti pelaksanaan transformasi digital antara Walikota Surabaya yang mengajak peran pemuda yang ahli dalam menggunakan digital untuk membimbing para pedagang tradisional, sedangkan Gubernur Bali Wayan Koster dengan melakukan sosialisasi secara langsung kepada para pedagang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *