UN Woman sebagai Aktor Pengentasan Perempuan

Dalam mengatasi permasalahan gendercide di India, organisasi PBB yaitu UN Woman turut mengatasi masalah ini. UN Woman merupakan organisasi untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dan anak-anak perempuan. Berikut upaya UN Woman dalam penegakkan Hak Perempuan di India:

  1. UN woman sebagai Instrumen dan arena.

Pertama wanita dan kemiskinan, dalam menanggulangi kemiskinan antara lain : memberi akses perempuan ke tabungan dan mekanisme lembaga kredit melalui skema mikro kredit, gerakan kelompok swadaya, pengembangan keterampilan, dan program pemberdayaan perempuan terpadu. Kedua pelatihan dan pendidikan melalui program akselerasi literasi, program Mahila Samakhya (Pendidikan untuk Pemberdayaan perempuan), program Sarva Shiksha Abhiyan (SSA) untuk pendidikan dasar gratis dan wajib, Program The National Programme for Education of Girls at Elementary Level (NPEGEL), sebuah bagian dari SSA, memberikan strategi khusus untuk memungkinkan anak perempuan bersekolah, memberikan pengajaran dan perbaikan melalui kursus dan kamp perumahan, NCW memprakarsai Program Kesadaran Hukum bagi perempuan, Pendidikan gizi dan kesehatan perempuan telah diintensifkan melalui langkah-langkah inovatifdilakukan oleh Badan Pangan dan Gizi.

 Ketiga wanita dan kesehatan melalui Program Kesehatan Reproduksi dan Anak (RCH) yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi dan terciptanya kesadaran tentang hak-hak penduduk dalam pelayanan kesehatan, Program Kesejahteraan Keluarga, tindakan dalam menghentikan pembunuhan janin perempuan yaitu  Teknik Diagnostik Pra-Natal (Pengaturan dan Pencegahan Penyalahgunaan) Amandemen Act 2002 berupaya mencegah penyalahgunaan teknologi baru dengan menghadirkan teknik pemilihan jenis kelamin pra-konsepsi dan penggunaan mesin USG dalam lingkup undang-undang, membentuk Misi Gizi Nasional untuk mengatasi masalah malnutrisi dan penurunan angka gizi buruk pada wanita dan anak, Kebijakan Pengendalian dan Pencegahan AIDS Nasional 2002 secara khusus menyebutkan perlindungan hak perempuan positif HIV dalam mengambil keputusan terkait kehamilan dan persalinan.

Keempat  kekerasan terhadap wanita antara lain: mendirikan kantor polisi wanita untuk memfasilitasi pelaporan kejahatan terhadap perempuan, Parivarik Mahila Lok Adalat (PMLA) yang dikembangkan oleh NCW adalah sistem alternatif penyampaian keadilan yang merupakan bagian dari Lok Adalats (Pengadilan Rakyat) untuk memberikan keadilan bagi perempuan, meluncurkan Swadhar untuk rehabilitasi holistik perempuan dalam keadaan sulit.  Kelima Perempuan dan Ekonomi melalui kebijakan baru asuransi kesehatan bagi pkerjan informal. Keenam Hak Asasi Manusia dan perempuan, dalam konstitusi India melarang diskriminasi antara laki-laki dan perempuan, untuk mencegah perdagangan perempuan komnas HAM bekerja sama dengan UNICEF Country Office dan National Law School Bangalore berisi pedoman tentang penanganan perkara yang berkaitan dengan perdagangan wanita. Ketujuh Media dan Perempuan, media digunakan untuk memberikan informasi dan mengubah stereotip gender, mempromosikan penggambaran yang seimbang antara perempuan dan laki-laki.

Delapan Wanita dan Lingkungan melalui Kementerian Lingkungan dan Hutan bahwa Pengelolaan Hutan Bersama, 50 % anggota diwajibkan perempuan, hal ini untuk mendorong partisipasi perempuan dalam pengelolaan sumber daya dan memberikan bantuan kepan perempuan pedesaan untuk membersarkan pembibitan di lahan hutan, selain itu Kementerian Sumber Energi Non-Konvensional melaksanakan beberapa program seperti program pendidikan lingkungan . Sembilan Anak Perempuan, untuk memperbaiki situasi anak perempuan melalui program ICDS dengan memberikan fokus khusus pada kebutuhan kesehatan dan gizi anak perempuan, Program Kishori Shakti Yojana, intervensi bagi remaja putri (11-18 tahun)diluncurkan pada tahun 2000-01 sebagai bagian dari Layanan Perkembangan Anak Terpadu, Imunisasi anak perempuan diberikan perhatian khusus di bawah program RCH Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga. Di bawah DPEP dan strategi khusus Sarva 86 Shiksa Abhiyan telah dirancang untuk meningkatkan akses, pendaftaran, dan sekolah anak perempuan.

  • Upaya UN Woman sebagai aktor independen di India.
  • Kampanye dan program Beti Bachao Beti Padhao adalah mengekspresikan kegembiraan saat kelahiran anak perempuan dalam keluarga dan komunitas, mempromosikan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Kampanye ini melibatkan laki-laki dan anak laki-laki serta komunitas yang lebih luas dalam menghentikan kekerasan dalam rumah tangga di India dan kampanye ini juga menyerukan pemberantasan pembunuhan janin perempuan dari warga India. Beti Bachao Beti Padhao bertujuan mengatasi isu rasio jenis kelamin anak yang menurun dan  menghentikan diskriminasi pada anak perempuan dan uji praktik penentuan jenis kelamin, memastikan kelangsungan hidup dan perlindungan perempuan, dan memastikan partisipasi anak perempuan dalam pendidikan dan bidang lainnya.
  • 16 Days of Activism Campaign. Program ini merupakan agenda gerakan perempuan global untuk menghilangkan perbedaan gender dan diskriminasi pada perempuan. UN Woman pada tahun 2016 mengadakan program ini dengan lembaga pendidikan di Mumbai dan beberapa tempat lainnya dengan kegiatan seperti Pemutaran Film, Pembuatan Poster, Pameran Kesehatan dan Gender dan lain-lain, lebih dari 5000 peserta berpartisipasi  meliputi laki-laki dan perempuan.

Selain itu terdapat program prioritas UN Woman di India, antara lain: Dengan memperluas kepemimpinan dan partisipasi wanita, meningkatkan ekonomi dan pemberdayaan perempuan melalui pelatihan agar meningkatkan keterampilan dan ketajaman bisnis perempuan pengusaha dan petani pedesaan sehingga dapat mengembangkan usaha sendiri dan memasarkan produk, menjadikan kesetaraan gender sebagai pusat perencanaan dan penganggaran pembangunan nasional, mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, melibatkan perempuan sebagai pembangun dan mediator perdamaian global.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *