Pengaruh Sistem Kasta Terhadap Perempuan

India merupakan negara yang memiliki populasi terbanyak kedua di dunia. Di India posisi perempuan kurang terwakili, mengapa? karena perempuan dalam masyarakat India terpinggirkan karena ditekan oleh tradisi, keyakinan, ras dan status keluarga. Adanya Patriarki menjauhkan perempuan dalam mengakses hak mereka sehingga masih banyak kekerasan pada perempuan.

India dalam beberapa dekade terakhir mengalami distorsi rasio jenis kelamin dengan presentase populasi laki-laki lebih besar yang disebabkan oleh preferensi anak laki-laki , hal ini berakar pada pengalaman sosial budaya, politik, ekonomi atau agama. Selain itu akses pendidikan bagi kaum perempuan di India masih tergolong rendah. Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja juga masih rendah dibandingkan laki-laki. Hal lain yang terjadi yaitu diskriminasi pada perempuan yang membatasi persamaan perempuan di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan sipil. Tenaga kerja perempuan didominasi oleh perempuan dari kelas menengah. Keragaman peluang ekonomi perempuan karena keragaman kasta, budaya, agama dan etnis di setiap negara bagian. Selain itu tingkat melek huruf perempuan masih rendah.

Di India terjadi fenomena genercide yang tidak lepas karena unsur budaya dalam prakteknya. Sejarah pembunuhan bayi di India terjadi dalam pemerintahan Kolonial Inggris. Dalam Negi (1997:4) pertama pada tahun 1789 ketika Jonathan Duncan yang seorang warga negara Inggris di Benares mendeteksi praktik pembunuhan bayi di Klan Rajput, dan banyak bagian negara. Dalam Chunkat (1999:4) bahwa pembunuhan bayi perempuan hanya terbatas di Utara dan wilayah barat negara termasuk Rajasthan saat ini, Punjab, Uttar Pradesh dan Bihar, di Tamil Nadu.  Di tahun 1986 pertama kalinya  praktek pembunuhan bayi perempuan mendapat perhatian media  di distrik Madurai Tamil Nadu , ada pada kelompok kasta yang dikenal sebagai ‘Pramalai Kallar’, pada kasta ini praktiknya dianggap terbatas, dan selama dua dekade terakhir, kawasan ini menarik perhatian luas dengan maraknya praktek pembunuhan bayi perempuan di Usilampatti.

Dalam keluarga setidaknya memiliki satu anak perempuan, namun lebih sering diabaikan daripada kembar laki-laki. Selain itu urutan kelahiran mempengaruhi kelangsungan hidup anak. Dalam Negi (1997:19)  setelah melakukan wawancara dan diskusi dengan masyarakat dan LSM secara dekat bekerja di distrik Madurai (Tamil Nadu) menunjukkan prevalensi a takhayul bahwa membunuh anak perempuan yang baru lahir meningkatkan kemungkinan laki-laki anak yang dilahirkan dalam keluarga. Dalam George (1992:1155) terjadinya pembunuhan bayi perempuan ditempat terpencil dan gersang serta memiliki orang-orang yang kurang berpendidikan.

Perbedaan kasta juga menjadi faktor terjadinya kekerasan di India. Kasta keluarga menentukan banyak hal dalam kehidupan bagi warga India, seperti pekerjaan, tingkat kesucian rohani dan kelas sosial. Kasta paling bawah dipandang sebelah mata sehingga warga India berjuang dalam melawan sistem kasta. Adanya sistem kasta sering manjadi alasan pelaku kekerasan seksual terbebas dari segala hukuman. Sistem kasta telah menjadi masalah struktural. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *