NASIB MIRIS PEREMPUAN INDIA

Diskriminasi dan kesenjangan gender terhadap para perempuan masih terjadi  di beberapa negara. Kedudukan perempuan selama berabad-abad masih dibawah kedudukan laki-laki. Salah satu negara di Asia Selatan masih terjadi diskriminasi dan  kesenjangan gender yaitu negara India. India memiliki masalah yang kompleks dengan pelanggaran gender terhadap pelanggaran HAM pada perempuan. Perempuan di India mengalami kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual seperti pemerkosaan, eksploitasi perempuan dan diskriminasi. Perempuan di India tidak dapat membangun identitasnya sendiri dan perempuan dilihat sebagai anak atau istri dari seorang laki-laki sehingga kebebasan mereka dibatasi atau bakhkan diambil.

Selain itu masalah pendidikan bagi perempuan di India masih tergolong rendah karena pendidikan laki-laki masih selalu diutamakan dalam keluarga, data dari UN Women menunjukkan bahwa masih terdapat selisih sebesar 23% antara wanita dan pria untuk dapat mengakses internet di negara-negara berkembang termasuk India (UN Women,2010), sedangkan untuk partisipasi angkatan kerja untuk perempuan mencapai 28,5 % dibanding laki-laki 82 % , pada tahun 2017 presentase dewan perempuan hanya 3,2 % dari 12,4 % (https://www.catalyst.org/research/women-in-the-workforce-india/). Masalah kekerasan seksual pun masih tergolong tinggi di India dari tahun ke tahun. India menjadi salah satu negara yang paling tinggi dalam melakukan epidemi aborsi berdasarkan jenis kelamin, sekitar 15,8 juta wanita telah ‘hilang’ dari kelompok kelahiran tahunan sejak 1990 dan sekitar 550.000 anak perempuan sejak tahun 2014 ‘hilang’ dari kelompok tahunan karena praktik aborsi (SM. 2017).

Dari semua kelompok demografis, anak perempuan mungkin yang paling tidak beruntung secara sosial. Di setiap tahap siklus hidupnya dari konsepsi hingga dewasa, dia rentan terhadap pelanggaran hak asasi manusia. membunuh janin hanya karena itu perempuan bertentangan dengan norma dasar kesusilaan manusia. Ini adalah bentuk diskriminasi paling ekstrim terhadap separuh populasi. Tingginya persentase kematian bayi perempuan yang kurang gizi, tingginya angka putus sekolah di kalangan anak perempuan, pembunuhan bayi perempuan, pembunuhan janin, kekerasan dalam rumah tangga adalah indikator tidak diinginkannya perempuan dalam masyarakat kita. Grafik kejahatan terhadap perempuan yang terus meningkat adalah kesaksian mengerikan atas kerentanan dan ketidak berhargaaannya dalam masyarakat India (SM, 2017).

India mengadakan kampanye besar-besaran mengenai kesetaraan perempuan dan hak-hak perempuan pada tahun 2016 yang dinamakan Beti Pachao dan 16 Days of activism, dalam kampanye tersebut banyak dilakukan pelatihan dan sosialisasi terhadap masyarakat khususnya anak perempuan bahwa keberadaan perempuan itu penting.

Berkembangnya gerakan feminisme liberal di dunia telah membawa pengaruh yang besar di India, sehingga memunculkan pikiran serta ide kritis untuk menegakkan hak-hak perempuan di India yang dapat dilihat dari status perempuan dalam konstitusi india. Berikut status perempuan yang dijamin oleh konstitusi India:

  1. Status hukum perempuan di India. Dalam Parashar (1992) wanita di India diberikan keamanan hukum untuk dalam hal kehidupan ekonomi, sosial dan budaya mereka. Terdapat undang-undang yang berlaku di India untuk melindungi perempuan antara lain: Dowry Prohibition Act 1961, Maternity Benefit Act 1861, Births, Deaths & Marriages Registration Act 1886, Medical Termination of Pregnancy Act 1971, National Commission for Women Act 1990, Pre-natal Diagnostic Techniques (Regulation and Prevention of Misuse) Act 1999, Protection of Women from Domestic Violence Act 2005, Sexual Harassment of Women at Work Place (Prevention, Prohibition & Redressal) Act 2013, Hindu Widows Remarriage Act 1856, Muslim women (protection of rights on divorce) Act 1986, Guardians and Wards Act 1890, Indian Penal Code 1860, Christian Marriages Act 1872.
  2. Perempuan dalam keluarga sekarang memiliki status yang sama dalam keluarga dan perempuan dapat melangkah keluar rumah untuk menjalani hidup mereka dengan cara mereka sendiri. perlindungan untuk wanita. perlindungan untuk wanita pekerja dalam rumah tangga adalah, Guardians and Wards Act 1890, Married Woman‟s Property Act 1872, Indian Succession Act, 1925, Dowry Prohibition Act 1961, Hindu Marriage Act 1955, Muslim Women (protection of rights of divorce) Act 1986 (Parashar, 1992).
  3. Pendidikan perempuan di India memiliki peran penting untuk meningkatkan standar kehidupan di negara tersebut. Dalam Parashar (1992) di India sebuah survei yang dilakukan menunjukkan hasil yang mendukung fakta bahwa angka kematian bayi berbanding terbalik terhadap tingkat melek huruf perempuan dan tingkat pendidikan dan survei juga menunjukkan korelasi antara pendidikan dan pertumbuhan ekonomi. Baru-baru ini pemerintah India telah meluncurkan Saakshar Bharat Mission for Women Literacy. Misi ini bertujuan untukmenurunkan tingkat buta huruf perempuan hingga setengah dari tingkat saat ini.
  4. Dalam Savitri (2004), sebuah gerakan perempuan untuk menjamin ekonomi, sosial dan hak budaya (ESCR) sebagai hak asasi manusia yang adil di India yang bertujuan untuk menemukan hak perempuan dalam kerangka hak asasi manusia yang lebih besar dan mengurangi dari masalah perempuan dalam kekerasan dan hak reproduksi serta melihat masalah yang lebih luas yang dihadapi perempuan yaitu kemiskinan, perumahan, pengangguran, pendidikan, keamanan dan perdagangan yang bertujuan membangun gerakan hak-hak perempuan di India untuk menciptakan kesetaraan di semua bidang kehidupan perempuan.
  5. Reservasi untuk perempuan mulai muncul memberikan manfaat dan masyarakat India merasa perempuan tidak kalah dari pria dalam segala aspek. Amandemen konstitusi pada tahun 1993 menyerukan untuk menyediakan jabatan untuk perempuan, hal ini mengubah persepsi bahwa kemampuan perempuan dapat meningkatkan peluang pemilihan perempuan dan mengangkat aspirasi dan pencapaian pendidikan bagi perempuan.

Setelah status perempuan yang dijamin oleh konstitusi di India, perempuan di India juga memliki peran, antara lain:

  1. Dalam bidang ekonomi. Perempuan India memiliki peluang dalam ekonomi, India menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Peringkat kesempatan ekonomi dan partisipasi perempuan dalam tingkat yang setara. Peluang ekonomi perempuan di India telah berubah, sekarang perempuan dapat memasuki dunia kerja professional dan dalam pelaksanaan kebijakan tingkat nasional untuk memastikan bahwa pekerja perempuan memiliki gaji yang sama dan bebas dari eksploitasi.
  2. Dalam bidang politik. Gerakan perempuan nasionalis di India dihadapkan pada pembangunan kembali negara nasionalis. Dewan Rakyat atau Parlemen memiliki 4,4 % perempuan pasca kemerdekaan pertama , gerakan perempuan menjadi nyata pada tahun 1980an. Komite Status Wanita di India didirikan pada tahun 1976 dan menerbitkan laporan yang merekomendasikan peningkatan perempuan terpilih, yang kemudian tahun 1993 konstitusi tersebut berhasil diamandemen. Pada April  2010 Women’s Bill memberikan 33,3% reservasi pada perempuan disemua tingkatan politik India, hal ini membutuhkan waktu 14 tahun untuk disahkan parlemen India. Dengan RUU perempuan akan mengubah susunan kelas dan kasta diantara perempuan dan menciptakan ruang bagi perempuan kelas bawah untuk dapat memasuki politik di tingkat negara bagian bahkan nasional, sehingga politik India dapat mendekati kesetaraan yang dapat berkembang dan terbuka untuk semua masyarakat India dengan berbagai perbedaan latar belakang.

Masalah gendercide di India. Gendercide adalah upaya pembunuhan sistematis terhadap anggota gender tertentu. Di India gendercide terjadi pada perempuan India dalam kekerasan kultural di India. Kekerasan kultural yaitu kekerasan langsung yang dilegitimasi dan diterima di tengah-tengah masyarakat. Gendercide di India merupakan fenomena gunung es yang hanya terlihat bagian puncaknya saja namun bagian besarnya tidak terlihat. Gendercide menjadi fenomena yang dalam prakteknya tidak lepas karena unsur budaya.  Terdapat penyebab gendercide terjadi di India yaitu status perempuan yang lebih rendah menjadi salah satu alasan utama kekejaman pembunuhan bayi perempuan dan kemiskinan  sebagai alasan pembunuhan bayi perempuan, survei menunjukkan bahwa pembunuhan bayi perempuan terjadi di wilayah yang lebih miskin dan kurang beruntung secara sosial.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *