PENTINGNYA INFRASTRUKTUR DAERAH DALAM MENGHADAPI AEC

Pada tahun 2015 menjadi tahun dimulainya ASEAN Economic Community (AEC) yang merupakan realisasi dari visi ASEAN pada tahun 2020 untuk melakukan integrasi terhadap ekonomi negara-negara ASEAN dengan membentuk pasar tunggal dan basis produksi bersama. AEC adalah kesepakatan yang dibangun oleh sepuluh negara anggota ASEAN untuk meningkatkan perekonomian di kawasan Asia Tenggara, sehingga dapat meningkatkan daya saing di kancah internasional agar pertumbuhan ekonomi dapat merata, meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengurangi kemiskinan.  Dalam mempersiapkan AEC 2015 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Intruksi Presiden Nomor 6 tahun 2014 tentang peningkatan daya saing dalam rangka menghadapi AEC dan Kepres Presiden Nomor 37 tahun 2014 dalam upaya meningkatkan daya saing nasional dan kesiapan menghadapi pelaksanaan AEC yang akan dimulai akhir 2015, maka untuk mendorong daya saing nasional harus didorong oleh kesiapan daerah dalam menghadapi AEC 2015 karena daerah menjadi pusat penentu bagi kesiapan dalam pasar bebas ASEAN. Salah satu daerah yang bersiap untuk menghadapi AEC yaitu Provinsi Jawa Tengah.

ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC)

Tahun 1997 di Kuala Lumpur menjadi awal yang baru bagi perkembangan ASEAN yang menginkankan ASEAN sebagai komunitas negara-negara  Asia Tenggara yang terbuka, damai, stabil, sejahtera, saling peduli, dan bersama dalam kemitraan yang dinamis. ASEAN mengadopsi Bali Concord  II pada KTT ke-9 ASEAN di Bali tahun 2003 yang menyetujui pembentukan Komunitas ASEAN, sebagai upaya ASEAN untuk lebih mempererat integrasi ASEAN. Komunitas ASEAN terdiri dari tiga pilar yaitu Komunitas Keamanan ASEAN ( ASEAN Security Comunity/ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Sosio-Cultural Community/ASCC). Pada 13 Januari 2007 para pemimpin ASEAN pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu Filipina menandatangani ”Cebu Declaration on the Estabilishment of an ASEAN Community by 2015”. Dengan deklarasi ini para pemimpin menyepakati percepatan pembentukan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 menjadi 2015. Pada 20 November 2007 KTT ASEAN ke-13 di Singapura, penandatangan ASEAN Charter beserta cetak biru AEC 2015 menjadi babak baru dalam kerjasama ASEAN dalam bidang ekonomi. Tujuan utama AEC adalah untuk mendorong efisiensi dan daya asing ekonomi, daya saing ekonomi kawasan ASEAN, seperti apa yang tercermin di dalam blueprint AEC, yaitu Menuju single market dan production base (arus perdagangan bebas untuk sektor barang, jasa, investasi, pekerja terampi, dan modal), Menuju penciptaan kawasan regional ekonomi yang berdaya saing tingi, Menuju saatu kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata (regional of equitable economic development) melalui pembangunan UKM dan program– program lainnya, Menuju integrasi penuh pada ekonomi global.

Geografis Provinsi Jawa Tengah

Secara astronomis Provinsi Jawa Tengah berada pada 50400- 80300 Lintang Selatan dan 108030’ – 111030’ Bujur Timur, secara administratif wilayah Provinsi Jawa Tengah berbatasan dengan Samudera Hindia dan Provinsi Daerah Istimewa  Yogyakarta  di  sebelah  selatan;  Provinsi  Jawa  Barat  di  sebelah  barat; Provinsi Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara. Provinsi Jawa Tengah terbagi dallam 29 Kabupaten dan 6 Kota yang terdiri dari 573 Kecamatan, 7.809 Desa dan 769 Kelurahan dengan luas wilayah sebesar 3.254.412 Ha atau 25,04% dari  luas  Pulau Jawa dengan kondisi relief berupa daerah pengunungan dan daratan tinggi, daratan rendah dan pantai yaitu pantai pesisir utara dan selatan dan jumlah penduduk sebanyak 32.382.657 jiwa.

Ekonomi Provinsi Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah memiliki lokasi yang cukup strategis yaitu di tengah-tengah pusat kegiatan ekonomi di Pulau Jawa dan terdapat sarana dan prasarana penunjang sebagai tujuan investasi yaitu jalur pelayaran nasional maupun internasional di pelabuhan Tanjung Mas Semarang, selain itu terdapat sarana penunjang lain yaitu transportasi udara dengan tersedianya Bandara di Kota Semarang , Kabupaten Cilacap, Kabupaten Jepara dan Kabupaten Boyolali. Provinsi Jawa Tengah memiliki kawasan industri untuk meningkatkan perekonomian seperti Kawasan Industri Terboyo, Kawasan Industri Tugu Wijayakusuma dan Tanjung Emas Export Processing Zone yang berada di Kota Semarang, serta memiliki potensi di sektor pertanian, perikanan dan perkebunan seperti hampir seluruh daerah Jawa Tengah menghasilkan jagung kecuali Magelang dan Pekalongan, pengembangan komoditas karet di Kecamatan Wanareja dan Deyuh Luhur Kabupaten Cilacap, Banyumas Banjarnegara, dan Kendal, dan sentra perikanan di Brebes, Cilacap, Tegal, Kebumen, Pemalang, Batang, Jepara, Pati dan Rembang, selain itu terdapat sentra produksi teh di daerah Wonosobo, Karanganyar, Tegal, Batang, Temangung, Kendal, Pekalongan, Pemalang, dan Boyolali dan menghasilkan kelapa dan kopi, sedangkan sentra produksi tebu di Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kudus, Pati, Sragen, Karanganyar, dan Klaten, ada juga sentra produksi komoditi kakao yang ada di daerah Pemalang, Jepara, Batang, dan Cilacap, dan banyak  perusahaan tekstil seperti PT. Sritex, PT. Tyfountex, PT. Apac Inti Corpora, PT. Mutu Gading Tekstil.

Sumber daya alam menjadi pendukung aktivitas ekonomi daerah Provinsi Jawa Tengah yang memiliki nilai tambah seperti sumber daya alam berupa mata air di daerah Klaten yang menjadi desa wisata mata air, dan peningkatan SDM terutama untuk para aparatur pemerintah daerah  maka pemerintah Jawa Tengah mengirim peserta dari masing-masing permerintah kota/kabupaten di Jawa tengah untuk mengikuti pelatihan singkat Diplomasi dan Hubungan Luar Negeri yang diselenggarakan oleh Universitas Slamet Riyadi Surakarta kerjasama dengan Uni Eropa, selain itu,  infrastruktur menjadi peranan penting untuk menjalankan roda ekonomi dalam menghadapi AEC tahun 2015.

Apa peran infrastruktur dalam pengaruh regionalisme Asia Tenggara menghadapi AEC ?

Dengan pembangunan infrastruktur yang memadai maka dapat meningkatkan produktivitas dalam penyediaan jaringan distribusi, sumber energy dan input produksi lainnya sehingga mempercepat pertumbuhan nasional maupun daerah dan fungsi infrastruktur sebagai pengikat dan pemersatu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), infrastruktur transportasi berperan penting dalam pergerakan orang, barang dan jasa dari satu daerah ke daerah lain bahkan ke seluruh penjuru dunia, sehingga dapat menciptakan konektivitas antar negara-negara dan terutamanya dalam menghadapi pasar bebas ASEAN.

Bagaimana Peran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dalam Pembangunan Infrastruktur ?

Daerah memiliki peran untuk mendorong daya saing nasional dan yang akan mendukung Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC).  Provinsi Jawa Tengah dalam mempersiapkan kehadiran AEC salah satunya dengan infrastruktur untuk mendukung daya saing daerah dan nasional agar perdagangan lebih efisien sehingga mampu mengurangi hambatan, biaya produksi dan pemasaran untuk produk-produk UMKM dalam menghadapi pasar bebas ASEAN. Kesiapan infrastruktur ditinjau dari infrastruktur darat, infrastruktur udara, infrastruktur laut dan infrastruktur telekomunikasi.

Untuk infrastruktur darat, dalam Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2014 Jawa Tengah dalam mengatasi kendala dalam masalah penyediaan infrastruktur terlihat dalam beberapa aspek misalnya rencana penyusunan basic desaing stasiun terpadu KA di terminal Makang, pembangunan emplasemen-shelter KA di bandara Ahmad Yani, study penyusunan jaringan lintas angkutan barang pada jaringan jalan provinsi di Jawa Tengah, peningkatan pelayanan perhubungan wilayah Jawa Tengah. Untuk infrastruktur laut dalam Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2014 Jawa Tengah  yaitu meningkatkan pelayanan dan kelancaran dalam memberikan fasilitas pada sektor laut dengan program fasilitas pengembangan dan pembangunan fasilitas pelabuhan, serta keselamatan pelayaran, untuk infrastruktur udara dalam Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2014 Jawa Tengah dengan meningkatkan pelayanan.

Sumber:

SATRIO ANORAGA SUNGGINGPROBO. KESIAPAN INFRASTRUKTUR JAWA TENGAH DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015. SKRIPSI.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *