BUDAYA PEMERSATU BANGSA

Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keanekaragaman budaya dengan potensi yang tidak ternilai Bagi bangsa Indonesia, keragaman ini dapat menjadi nilai positif sehingga harus dirawat dan dilestarikan. Harta keberagaman ini menjadi konsekuensi tersendiri bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga stabilitas bangsa guna menghindari gesekan yang dapat berujung pada konflik. Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan penguatan nilai-nilai lokal yang berkembang di masyarakat. Budaya sebagai kearifan lokal menjadi alat yang bisa diterima oleh semua bangsa dengan sifatnya yang universal. Relasi antarbudaya dari berbagai masyarakat dapat meredam dan mengantisipasi pergesekan dalam masyarakat.

Selain itu, budaya dapat menjadi sarana dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menjaga dinamika sosial politik, meningkatkan stabilitas lingkungan serta mempersatukan. Budaya sangat penting untuk dinamika sosial politik di kancah internasional, Mary Douglas dan Hug Dyer mengemukakan bahwa budaya sekuler muncul secara global dan memberi kesempatan bagi setiap individu dari latar belakang yang berbeda-beda untuk hidup harmonis dan lebih dekat, sedangkan Peter Black dan Kevin Avruch mengemukakan bahwa kegagalan relasi dari berbagai budaya disebabkan karena kurangnya memahami budaya dari masing-masing negara. Menurut Robert Rubinstein memahami simbol-simbol budaya bangsa lain dapat memperlancar berbagai operasi perdamaian yang dilakukan oleh organisasi internasional.

Pemerintah Kota Surakarta berupaya memperkenalkan budaya setempat kepada generasi berikutnya agar dikenal oleh masyarakat luas serta melestarikannya. Pengenalan tersebut bahkan dilakukan pada tingkat internasional. Pemerintah Kota Surakarta dengan slogan Solo The Spirit of Java dan dengan berdirinya Kasunanan Hadiningrat dan Pura Mangkunegara menjadi  upaya untuk mengenalkan Surakarta sebagau pusat kebudayaan Jawa. Kota Surakarta juga memiliki keberagaman agama dan etnis yakni Jawa, keturunan Arab dan China atau warga Tionghoa. Maka menjadi tantangan bagi Kota Surakarta sebagai jiwanya Jawa untuk menjawab tantangan dinamika sosial politik. Dengan kebudayaan yang beragam maka pemerintah Kota Surakarta menjadi dinamika sosial politik tersendiri namun sekaligus memberi kesempatan bagi warga negara asing untuk tinggal maupun belajar budaya Surakarta.

Untuk membangun dinamika sosial politik dengan budaya, maka pemerintah  Kota Surakarta Pertama memerlukan adanya politik pencintraan dari politisi untuk memberikan kesan yang menarik guna memperkenalkan atau menggambarkan budaya Jawa yang ada di Kota Surakarta. Hal ini dapat dilakukan dengan Destination Image yang dikaitkan sebagai metode promosi campuran antara kekuasaan dengan kontrol program untuk pembangunan identitas nasional. Hal ini sekaligus sebagai pembela hak-hak konvensional rakyat dalam kearifan lokal serta meningkatkan citra nasional dalam konteks hubungan luar negeri. Kedua upaya memperkenalkan budaya ke masayarakat internasional melalui diplomasi budaya,  memberikan konstribusi yang positif pada image nasional dan branding. Diplomasi budaya menjadi alat bagi pemerintah untuk berusaha mempromosikan dan memperkenalkan budaya kepada masyarakat internasional untuk mencapai tujuan kepentingan nasional serta meningkatkan  image dan reputasi negara yang positif, yang dapat dilakukan melalui program budaya. Ketiga  peran perempuan dalam pembangunan, agar dapat berjalan dengan lebih efektif maka perempuan hendaknya diberi hak dan kesempatan yang sama, maka apabila laki-laki dan perempuan memahami budaya secara benar sebagai pedoman untuk kehidupan manusia maka pembangunan akan berjalan efektif karena budaya sebagai kearifan lokal yang merupakan warisan leluhur yang menjadi bentuk pengetahuan dan nilai-nilai hidup akan berkembang  serta diteruskan dari satu generasi ke genarasi selanjutnya dalam masyarakat dan  sebagai pedoman hidup yang kemudian dapat menjadi petunjuk dan etika untuk menjalin hubungan dengan anggota keluarga, masyarakat di dalam maupun di luar lingkungan.

Dalam  hal ini, pemerintah Kota Surakarta melalui walikota memberi beasiswa kepada mahasiswa perempuan warga negara asing dari berbagai negara Asia Tenggara dan Eropa, dengan persyaratan menekuni serta mempraktekkan Bahasa Indonesia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, selain itu mempelajari budaya lokal seperti membatik, mempelajari tarian dan alat musik gamelan, dari program yang dibuat oleh pemerintah Surakarta maka dapat menjadi harapan sebagai penyebaran potensi kekayaan budaya Indonesia yang kemudian dapat menciptakan citra positif negara pada masyarakat internasional melalui beasiswa Darmasiswa sebagai pengenalan budaya kepada mahasiswa perempuan asing serta sarana dalam mengantisipasi dan mengurangi tensi adanya pergesekan di dalam masyarakat agar tidak terjadi konflik dengan adanya para tamu mancanegara karena masyarakat Kota Surakarta terkenal dengan karakter masyarakatnya yang ramah, terbuka dan mudah bergaul, selain itu  terdapat program penyelenggaraan pentas internasional dan program ini menjadi diplomasi pemerintah daerah dengan perorangan, dengan program ini akan membawa dampak bagi perekonomian masyarakat kota Surakarta melalui kunjungan para wisatawan.

Budaya akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat, tidak hanya masyarakat pada satu negara tetapi mencakup masyarakat di seluruh dunia, karena budaya pada setiap negara akan memiliki kekhasannya masing-masing sehingga dapat menarik setiap individu untuk belajar budaya. Budaya bahkan dapat memberikan pengajaran tentang kehidupan dan menjadi petunjuk serta etika dalam membangun relasi antar masyarakat dengan perbedaan latar belakang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *