KEPENTINGAN RUSIA DI ARKTIK

Wilayah yang strategis akan sangat menguntungkan bagi suatu negara. Pada masa lalu hingga masa kini, negara-negara di dunia akan saling mencari wilayah yang memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan dengan berbagai kepentingan bagi suatu negara. Salah satu negara yang memiliki kepentingan untuk menduduki wilayah yang strategis yaitu Rusia di wilayah Arktik. Kepentingan ini dilatarbelakangi oleh faktor internal dan eksternal, dan memiliki sejarah yang panjang saat Rusia masih bergabung dalam Uni Soviet.

Sejarah Rusia di Arktik

Di kutub utara terdapat suatu wilayah yang bernama Arktik. Wilayah ini berselimutkan es yang merupakan lautan beku dan dikelilingi oleh daratan yang disebut lingkar Arktik. Luas wilayahnya 14.056.000 km2 serta kedalaman maksimum 5.450 meter. Wilayah Arktik berbatasan secara langsung dengan Rusia dan sebagian wilayah Arktik merupakan wilayah yang masuk dalam geografis Rusia, yang dahulunya bernama Uni Soviet. Sebagian wilayah Arktik telah diwariskan kepada Rusia yang meliputi pulau-pulau di wilayah Arktik yang disertai dengan pangkalan-pangkalan militer antara lain Pangkalan Udara Rogachevo di Kepulauan Novaya Zemlya, Naryan Mar di Provinsi Nenets di dekat Laut Barents dan Ostrov Greem-Bell.

Pada perang dingin tahun 1990-an Uni Soviet terpecah menjadi beberapa negara salah satunya Rusia. Ketika ekonomi Rusia memburuk pasca perang dingin berpengaruh pada penutupan pangkalan-pangkalan militer di Arktik. Tindakan ini bertujuan untuk meminimalisir anggaran pertahanan yang kemudian difokuskan pada pertumbuhan ekonomi negara. Pada tahun 2008 Presiden Dmitry Medvedev mengeluarkan kebijakan menyangkut Arktik sebagai fondasi besar haluan negara Federasi hingga tahun 2020. Hal ini menjadikan Arktik sebagai wilayah yang sangat penting bagi Rusia dengan menghadirkan pasukan militer yang dilakukan secara bertahap dan disertai dengan meningkatkan jumlah anggaran untuk pertahanan. Pada masa pemerintahan Vladimir Putin meningkatkan kekuatan militer lebih intensif. Bagi Rusia Arktik mempunyai peran yang penting dalam sektor perekonomian. Untuk mendukung dan memperkuat keamanan Arktik, kehadiran militer sangat dibutuhkan.

Alasan Rusia Menetapkan Kebijakan Untuk Membuka Kembali Tiga Pangkalan Militer di Wilayah Arktik

Terdapat faktor internal dan eksternal mengapa Rusia memunculkan kebjakan membuka kembali pangkalan militer di wilayah Arktik.

  • Faktor Internal

Sumber daya alam yang melimpah menjadi faktor yang penting dan menjadi dasar yang utama bagi kepentingan negara Rusia. Untuk mengamankan sumber daya alam yang sangat berlimpah diperlukan kekuatan militer sehingga Rusia membuka kembali pengkalan militer di kawasan Arktik. Sumber daya alam di kawasan Arktik mengandung sumber daya alam biologi dan mineral yang banyak, selain itu terdapat cadangan minyak yang besar yang dapat menjadi sumber perekonomian dan keuntungan ekonomi bagi Rusia. Proyeksi Arktik sebagai jalur perdagangan dunia, pemanasan global yang menyebabkan mencairnya es kutub utara menjadikan kawasan Arktik sebagai rute laut utara (Nothern sea Route). Ini merupakan perairan yang penting karena dapat menjadi jalur bagi kapal dagang dunia dan menyiapkan kapal sebagai pemecah es.

  • Faktor Eksternal

Negara-negara di kawasan Arktik memperkuat militernya, untuk menunjukkan sikap dalam memperlihatkan keseriusannya terhadap kawasan Arktik yang banyak menguntungkan bagi negara-negara di kawasan. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Norwegia, Kanada dan Denmark menunjukkan kemampuan militernya di kawasan Arktik. Hal ini menjadikan Rusia pada tahun 2012 membuka kembali tiga pangkalan militer. Kekuatan militer pada setiap negara kawasan Arktik dapat memunculkan adanya potensi konflik dan terdapat dua negara besar Amerika Serikat dan Rusia. Negara-negara kawasan Arktik akan saling menunjukkan kekuatan senjata untuk saling mengimbangi kekuatan sama lain.

Pada tahun 2012 Rusia membuka kembali tiga pangkalan militernya yang ada di kawasan Arktik. Hal ini tidak terlepas sebagai wujud dalam perimbangan kekuatan yang dilakukan oleh negara-negara yang ada di kawasan Arktik. Rusia juga berusaha mengimbangi kekuatan militer terutama Amerika Serikat menjadi kekuatan yang besar. Kedua negara ini terlibat dalam perang dingin pada saat Rusia masih dibawah bendera Uni Soviet. Rusia meningkatkan kekuatannya di kawasan Arktik untuk mengamankan kepentingannya  dan untuk menunjukkan kekuatan militer Rusia masih sama seperti dulu semasa Uni Soviet. Kedua, kebijakan Rusia sebagai antisipasi adanya potensi konflik yang dapat terjadi karena adanya kehadiran militer dari berbagai negara-negara di kawasan Arktik serta dibuktikan dengan kecanggihan militer Rusia di mata Internasional.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *