PERKOKOH INTEGRASI REGIONAL

Kerjasama regional dan integrasi regional memiliki peran penting dalam dinamika negara-negara yang berada dalam satu wilayah regional yang berkembang pesat. Australia sebagai negara misplaced-continent berkomitmen untuk memperkuat kawasan Asia Pasifik dengan membangun jalinan kerja sama dengan negara-negara tetangganya. Untuk mewujudkan hal tersebut, Australia berpartisipasi  sebagai anggota East Asia Summit (EAS) bersama dengan negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur. Keputusan tersebut diambil mengingat Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah regional yang ada di benua Asia yang penting bagi kebijakan luar negeri Australia Kebijakan tersebut diambil Australia dimaksudkan untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan negara-negara Asia Tenggara terutama menjaga keamanan serta stabilitas regional. Kedua, kebijakan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang ekonomi yang berpotensi menguntungkan bagi Australia dan negara-negara di Asia Timur.

Lebih Dekat dengan East Asia Summit (EAS)

East Asia Summit (EAS) adalah sebuah forum regionalisme terbuka  di kawasan Asia Timur sejak tahun 2005. Terbentuknya EAS pada awalnya terdiri dari 16 peserta yaitu 10 negara ASEAN dan ditambah Australia, China, India, Jepang, Republik Korea Selatan dan Selendia Baru. Keenambelas negara ini masuk dalam daftar Cebu Criteria, yaitu: berstatus Dialogue Partner ASEAN. Aktivitas yang telah dilakukan melalui aksesi terhadap Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC), dan mempunyai kerjasama yang intensif dengan ASEAN.

East Asia Summit (EAS) dilatarbelakangi oleh kawasan Asia Timur yang terjadi proses guliran regionalism yang sangat intens. Guliran regionalism ini dipicu oleh beberapa faktor antara lain: Pertama, adanya peran aktif serta keberhasilan ASEAN mengelola isu-isu yang terdapat di kawasan yang merupakan kepentingan bersama termasuk politik dan keamanan. Kedua, ASEAN berhasil untuk mengikutsertakan negara-negara yang memiliki superpower dalam kerjasama dan kemitraan ASEAN. Ketiga, ASEAN berhasil mentransformasikan diri sehingga dapat memainkan peran sentral dan peran sebagai “driving force” (kekuatan penggerak). Pada awal tahun 2005 saata pembentukan EAS yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Malayasia, terdapat tujuan dan prinsip-prinsip EAS yang termuat dalam Deklarasi Kuala Lumpur yang berkaitan tentang Pembentukan EAS tahun 2005 yaitu:

1. The EAS is a forum for dialogue on broad strategic, political and economic issues of common interest and concern with the aim of promoting peace, stability and economic prosperity in East Asia.

2. The EAS’s efforts to promote community building in the region will be consisstent with and reinforce the realizationof the ASEAN Community.

3. The EAS will be an open, inclusive, transparent and outwardlooking forum. (http://www.dfat.gov.au/asean/eas/)

KTT AES telah diselenggarakan sebanyak tujuh kali hingga tahun 2013 dan masing-masing KTT AES menghasilkan berbagai kesepakatan yang tercantum dalam outcome documents. Dalam EAS kerjasama mencakup isu-isu strategis seperti politik dan keamanan dan isu-isu sektoral yang mencakup bidang keuangan, energi, lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan global dan pendemik dan penanggulan bencana yang disebut sebagai EAS five priority areas. Dalam KTT EAS ke-6 dua deklarasi telah disahkan yaitu : Pertama, Declaration of the East Asia Summit on the Principles for Mutually Beneficial Relations atau disebut juga sebagai “Bali Principles” yang berisi norma-norma dasar dan prinsip-prinsip umum yang diambail dari berbagai dokumen dasar sebelumnya dan termasuk piagam PBB, Traktat Persahabatan dan Kerjasama (TAC) serta pengaturan lainnya antara negara-negara peserta AES ini akan berfungsi sebagai pedoman untuk hubungan antara negara peserta AES untuk memajukan dan menjaga perdamaian, stabilitas dan kemakmurak di wilayah. Kedua, Declaration of the 6th East Asia Summit on ASEAN Connectivity, dalam deklarasi kedua Connectivity menjadi salah satu area prioritas bagi kerjasama EAS. Dengan kerjasama negara-negara paserta EAS dan disepakatinya paper oleh negara-negara yang berpartisipasi dalam EAS diharapkan akan lebih meningkatkan dan memaksimalkan kerjasama.

Keikutsertaan Australia Dalam  East Asia Summit

Australia masuk dalam EAS pada tanggal 14 Desember 2005. Ada beberapa faktor yang menjadi alasan bagi Australia untuk bergabung dalam EAS. Pertama, Australia memiliki kepentingan terhadap kawasan Asia untuk menciptakan keamanan regional. Dalam forum East Asia Summit, Australia sangat berkontribusi dan memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional. Keamanan maritim dan penyelesaian sengketa secara damai yang sesuai dengan prinsip universal sesuai kesepakatan dalam hukum internasional. Kedua, pendidikan Australia sebagai kunci untuk mempromosikan kemajuan sumber daya manusia, menjembatani kesenjangan pembangunan, meningkatkan daya saing regional serta mencapai pemulihan pembangunan berkelanjutan. Bagi Australia pertukaran pelajar, mahasiswa dan pengajar dalam lingkup kawasan Asia memberi pengaruh positif terhadap kemajuan pendidikan.

Faktor Internal Dan Eksternal bagi Australia Masuk Dalam East Asia Summit

Faktor Internal bagi Australia untuk bergabung dalam East Asia Summit antara lain:

  1. Kebijakan Australia pada masa Partai Buruh pada tahun 2010. Julia Gillard terpilih menjadi Perdana Menteri  dan terdapat beberapa kebijakan Partai Buruh yang akan dilaksanakan pada masa pemerintahannya, antara lain: Kesehatan dan sarana rumah sakit yang lebih baik, perbaikan sekolah  dengan visi membuat setiap sekolah menjadi sekolah yang lebih bagus karena sekolah dan pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk membuka potensi individu dan masa depan bangsa, Jaminan pesiun hingga 12 % agar dapat memberikan manfaat bagi karyawan serta memperpanjang jaminan pension bagi pekerja yang lebih tua hingga berumur 75, Pajak masa depan yaitu pajak untuk sumber daya mineral sewa pajak sebesar 30 % berlaku untuk proyek-proyek bijih besi dan batubara dan untuk sumber daya minyak sewa pajak sebesar 40 % untuk semua minyak darat dan lepas pantai serta proyek gas, Memperkuat Australia antara lain dengan melindungi kepentingan Australia dalam krisis ekonomi global, pertahanan Buku Putih, membuat kontribusi untuk keamanan nasional, memperkuat aliansi dengan Amerika Serikat, bertindak sebagai warga internasional yang baik melalui pengadaan komitmen untuk meningkatkan bantuan luar negeri sampai 0,5 % dari pendapatan nasional bruto dari 2015-2016, membentuk kembali hubungan pasifik didasarkan pada saling menghormati dan tanggung jawab bersama dan Australia memilih lebih untuk condong ke Asia dan memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara Asia dalam masalah ekonomi dan keamanan regional, membangun daerah kota yang lebih baik. Dengan kebijakan dari Partai Buruh dapat mendukung Australia untuk masuk dalam forum EAS.
  2. Kebijakan Australia dalam pemerintahan PM Julia Gillard

Dalam masa pemerintahan PM Julia Gillard, kepentingan politik Australia dalam East Asia Summit yakni untuk membangun mitra dialog dengan negara-negara Asia Pasifik serta yang terutama menjalin kedekatan yang baik dan melakukan kerjasama-kerjasama antar kedua negara, selain itu dalam pemerintahan PM Julia Gillard menginginkan Australia lebih maju untuk 15 tahun ke depan dengan mengarah pada Asia untuk mejadi lebih dekat dengan tetangganya di Asia. Dalam Buku Putih memastikan bahwa Australia dapat memenuhi target yang akan dicapainya serta dapat bersaing secara efektif di kawasan Asia dan PM Jullia Gillard menambahkan bahwa menjelang tahun 2025 PDB Australia per orang akan berada pada peringkat ke-10 teratas di dunia dan sistem pendidikan Australia berada pada peringkat ke-5 teratas di dunia, serta Australia di masa yang akan datang dapata meraih keberhasilan dalam lima bidang antara lain memperkuat ekonomi, meningkatkan kemampuan, menjalin hubungan dengan pasar yang semakin berkembang, memastikan keamanan yang berkelanjutan dan memupuk hubungan yang lebih dalam dan lebih luas. Hal ini menjadi alasan bagi PM Julia Gillard untuk bergabung dalam forum regional khususnya forum East Asia Summit sehingga dapat menjadikan Australia lebih mudah untuk melakukan kerjasama dan mengatasi masalah di dalam domestik Australia.

Faktor Eksternal kepentingan Australia untuk bergabung dalam East Asia Summit antara lain:

  • Perekonomian di kawasan Asia

PM Jullia Gillard menginginkan Australia untuk bekerjasama dengan negara-negara besar dalam industri dan pasar serta EAS yang dipandang sangat penting secara strategis, hal ini karena forum EAS dapat menjadi terbentuknya East Asian Community di masa yang akan datang, selain itu dapat membuat kesepakatan bersama dalam bidang perdagangan dan keamanan tanpa ada campur tangan dari Amerika Serikat.

Pencegahan Terorisme

Terorisme mejadi ancaman bagi semua negara, Australia terancam akan keamanan nasionalnya akibat terganggu dan terancam dengan terorisme yang dapat merusak perdamaian dunia serta dengan adanya terorisme bisa menghambat kepentingan nasional suatu negara yang akan berdampak terhadap kelangsungan negara dan berimpas pada ekonomi, sehingga PM Julia Gillard akan tetap mempertahankan dukungan pasukan untuk membantu mempertahankan tempat yang aman dari teroris dan menjaga hubungan dekat dengan negara Asia seperti Indonesia, Malaysia serta negara lainnya untuk melakukan kerjasama bersama untuk memberantas terorisme.

  • Pembatasan Pencarian Suaka di Australia

Banyak warga negara asing yang masuk ke Australia untuk mencari suaka, namun hal ini menjadi keresahan bagi pihak pemerintah Australia yang disebabkan para pencari suaka tidak memiliki identitas yang jelas dari negaranya, sehingga PM Jullia Gillard membuat suatu kebijakan tegas agar bisa mencegah pencarian suaka untuk tidak masuk ke dalam wilayah Australia.

Kepentingan Australia Bergabung East Asia Summit

Kebijakan luar negeri pada masa pemerintahan PM Julia Gillard lebih mengarah pada kawasan Asia karena dalam tingkat perekonomian kawasan Asia sangat besar sehingga Australia mengikuti forum East Asia Summit yang juga mendapat dukungan dari Partai Buruh. Kepentingan Australia antara lain:

  1. Kepentingan Politik Australia di East Asia Summit. Pada masa pemerintahan PM Julia Gillard kepentingan Australia dalam East Asia Summit yaitu untuk membangun mitra dialog dengan negara-negara Asia Pasifik serta menjalin kedekatan dengan baik  dan melakukan kerjasama antar kedua negara, dengan bergabung dalam forum EAS kepentingan politik Australia lebih mudah untuk menjalin kedekatan dengan negara-negara di kawasan Asia.
  2. Kepentingan Ekonomi Australia di East Asia Summit. Australia bergabung dengan East Asia Summit  di kawasan regional Asia adalah untuk meningkatkan perekonomian di negaranya , walaupun Australia merupakan negara yang sudah cukup maju dalam bidang ekonomi. Pasar kawasan Asia menjadi peluang bagi kepentingan ekonomi Australia, pada tahun 2012-2013 dari 15 negara yang bergabung dalam EAS menerima lebih dari 75% ekspor Australia serta adanya dua arah perdagangan dengan negara-negara EAS dengan nilai $416.000.000.000, serta adanya kesepakatan negara-negara EAS untuk menciptakan wilayah free trade area sehingga dapat menambah keuntungan bagi kepentingan nasional Australia.
  3. Kepentingan Keamanan Australia di East Asia Summit. Dalam bidang keamanan, Australia memiliki kekhawatiran akan terancamnya stabilitas keamanan sehingga Australia sangat gigih dalam melakakukan kerjasama di kawasan Asia. Dengan bergabungnya Australia dalam EAS dapat memperkuat kerja sama untuk keamanan regionalnya khusunya masalah terorisme dan pencarian suaka di Australia, dan EAS juga memiliki peran dalam menjaga keamanan dan kestabilan regional melalui perjanjian antarnegara kawasan yang masuk dalam forum EAS yang harus menandatangani TAC yaitu sebuah pakta agresi dengan prinsip untuk saling menghormati kedaulatan dan tidak mencampuri urusan dalam negeri serta penyelesaian secara damai atas sengketa wilayah dan memacu kerjasama secara aktif,  hal ini menjadi landasan kerjasama regional ini untuk menjamin tidak akan ada konflik terbuka di kawasan Asia Timur dan intervensi terhadap negara lain.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *