KEJAHATAN CYBER

Pada abad ke-21 teknologi menyebar dan mengubah dalam setiap aspek kehidupan manusia melalui komunikasi, pertukaran data dan informasi lintas negara. Adanya peningkatan dalam penggunaan media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, E-mail dan Cloud computing atau penyimpanan data berbasis awan, hal ini menjadi perhatian penting, terdapat 2,4 miliar jumlah pengguna internet secara global atau lebih dari sepertiga total penduduk dunia dengan 45 % pengguna internet dibawah usia 25 tahun dan 60 % pengguna internet berada di negara-negara berkembang.

Kemajuan teknologi saat ini baik komputer dan internet terdapat dampak positif dan negatif secara bersamaan. Jaringan internet menjadi tidak aman dan menjadi sebuah ancaman baru dalam Keamanan Nasional dan Keamanan Cyber sebuah negara dalam dinamika hubungan internasional. Salah satu negara yang mengalami adanya kejahatan Cyber yaitu Amerika Serikat (AS). AS dalam setiap tahunnya mengalami kerugian jutaan dollar yang berkaitan dengan penipuan online, pencurian data penting perusahaan dan kekayaan intelektual negara. Pada tahun 2012 di Amerika Serikat terdapat sekitar 245 juta pengguna internet yang mencakup 78,1 % dari total populasi yang terancam kejahatan cyber. Keamanan Cyber adalah sebuah permasalahan yang memerlukan adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk dapat memastikan bahwa internet aman untuk semua.

Perkembangan Internet di Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1960-an mendanai penelitian Advanced Research   Projects   Agency   Network   (ARPANET) dan berkembang menjadi teknologi jaringan internet pada saat ini. Pada tahun 1970-1980 internet hanya dapat digunakan untuk keamanan militer. Pada tahun 1990-an internet berkembang sehingga dapat digunakan sehari-hari menjadi jenis baru media informasi setelah koran, radio dan televisi. Di abad ke-21 tingkat laju pertumbuhan pengguna internet di AS mencapai 78,6 %. Di Amerika Serikat memiliki tingkat kemajuan teknologi informasi internet dengan 90 % informasi beredar dengan berbahasa Inggris serta menyediakan sarana informasi di internet. Amerika Serikat sebagai kota kelahiran internet dan pusat globalisasi informasi. Selain itu AS berperan sebagai pembuat dan distributor sumber daya online.

Untuk industri informasi global Amerika Serikat menyumbang 92 % Central Processing Unit  (CPU) yang diproduksi untuk kebutuhan dunia. Selain itu AS memproduksi 86 %  perangkat lunak dan database global sekitar 70 % dari 3000 database. Volume perdagangan  elektronik sebesar 75 % berasal dari Amerika serta sebanyak 90 % dari total di seluruh dunia jumalah situs komersial didirikan oleh akun yang berpusat di negara Paman Sam. Dalam hal ini AS memiliki peran yang dominan dan penting dalam kemajuan bidang teknologi informasi dan penggunaan internet, sehingga dapat menerapkan kebijakan salah satunya kebijakan luar negerinya untuk mengendalikan teknologi informasi dan penyebaran nilai-nilai budaya melalui jaringan internet.

Keamanan Cyber Amerika Serikat

Keamanan Cyber menjadi hal penting terkait dengan kemajuan teknologi serta peningkatan yang terkait dengan masyarakat global yang semakin tanpa batas. Keamanan Cyber pada tahun 1990-an masih relatif awam untuk diketahui khalayak publik, namun serangan 11 September yang mengubah paradigma tersebut bahwa realita yang tejadi dengan adanya kelemahan jaringan keamanan cyber dalam berbagai bidang keamanan.. Dunia maya bagi masyarakat AS menjadi suatu hal penting demikian juga bagi pemerintah, sektor perdagangan, akademisi. Internet berguna untuk kebutuhan sehari-hari sebagai layanan kebutuhan media dan distribusi informasi dari transaksi bisnis, layanan infrastruktur, listrik, air, sistem sanitasi limbah, perawatan kesehatan dan penegakan hukum setiap tahun menghasilkan ratusan miliar USD.

Selain itu pemerintah AS dengan mudah mengakses informasi sebagai kemudahan proses komunikasi, penelitian dan pengembangan yang memiliki kerjasama dengan lembaga pendidikan, sektor swasta, lembaga pasukan militer dan intelijen.. AS bahkan dapat mempermudah pekerjaan administrasi publik pemerintah, sehingga sangat bergantung dengan dunia maya. Dari ketergantungan tersebut banyak spionase cyber dengan mengeksploitasi data intelektual AS melalui dunia maya. Selain itu, kekuatan militer AS juga bergantung pada dunia maya, karena lebih dari 15.000 jaringan lokal dan 7 juta komputer saling terhubung dengan lebih dari 100.000 jaringan sirkuit telekomunikasi yang banyak tersebar di seluruh dunia. Dalam jaringan tersebut mengirimkan dan menyimpan berbagai data uang bersifat umum dan rahasia sehingga dapat diambil bahkan dimanipulasi untuk kepentingan dan motif tertentu.

Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah yaitu dengan menerbitkan The National Strategy to Secure Cyberspace untuk mengamankan dunia maya di sektor swasta, untuk membela dan mencegah potensi serangan cyber, serta untuk mendorong lembaga keamanan AS untuk saling berkolaborasi dalam mengembangkan strategi untuk melindungi keamanan cyber Amerika Serikat dan mendirikan lembaga sebagai garda depan untuk menjaga keamanan cyber dan keamanan nasional Amerika Serikat antara lain:

  1. Department of Defense (DoD) adalah Departemen Eksekutif pemerintah Federal Amerika Serikat yang memiliki tugas untuk mengkoordinasikan dan mengawasi semua lembaga dan fungsi pemerintah yang berkaitan langsung dengan Keamanan Nasional dan angkatan bersenjata Amerika Serikat yang dibentuk pada tanggal 10 Agustus 1949 yang bermarkas di Petagon yang merupakan salah satu Departemen terbesar dengan lebih dari 2 juta prajurit aktif dan staf pendukung untuk mengamankan Keamanan Nasional Amerika Serikat. Dalam mengoperasikan jaringannya di seluruh dunia Department of  Defense (DoD) dikenal dengan Global Information Grid (GIG) adalah sistem informasi global yang saling berhubungan dan memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi, mengolah, menyimpan, menyebarluaskan dan mengelola informasi bagi pasukan tentara, selain itu DoD tidak dapat memberikan perintah dan mengontrol kekuatan militernya, memberikan dukungan logistic serta menyediakan pasukan intelijen untuk melakukan komunikasi tanpa jaringan informasi tersebut. Tujuan DoD untuk menyediakan pasukan militer yang diperlukan untuk mencegah perang dan melindungi keamanan Amerika Serikat.
  2. Department of Homeland Security (DHS) adalah sebuah departemen yang terdiri dari beberapa divisi untuk melindungi Amerika Serikat dari serangan terorisme dan bencana alam, yang dibentuk pada tanggal 25 November 2002. Departemen ini memiliki tugas pokok antara lain: melindungi wilayah perbatasan, bandara, pelabuhan, memonitor para pendatang asing, membantu pelatihan, memusatkan perhatian pada ancaman terorisme dan Weapon Mass Destruction (WMD), melakukan pelatihan regional, memetakan infrastruktur yang dianggap penting, menganalisa laporan intelijen keamanan domestik dari berbagai sumber dan mengkomunikasikan  ancaman  tersebut  kepada  pihak  yang  berwenang, selain itu DHS juga bertanggung jawab dalam memimpin, mengintegrasi dan mengkoordinasikan upaya nasional secara keseluruhan untuk meningkatkan keamanan Critical Infrastructure (CI) antara lain: perbankan dan keuangan, pabrik kimia, layanan tanggap darurat, pertanian dan proses produksi, jaringan   listrik   dan   energi,   telekomunikasi,   layanan   pengiriman   dan   pos, pelayanan kesehatan masyarakat dan suplay air.

Apa Bentuk dan Dampak Ancaman Cyber di Amerika Serikat ?

Dalam serangan insiden cyber di seluruh dunia meningkat dari sektor pemerintah dan swasta,  serangan cyber terjadi dengan menggunakan internet agar mendapatkan keuntungan secara finansial yang secara illegal dan motif politik tertentu. Terdapat beberapa serangan cyber yang bersifat dapat merusak infrastruktur secara fisik dan beberapa hanya menyerang dan mengganggu sistem pada jaringan komputer. Beberapa dampak dan bentuk dalam serangan cyber di Amerika Serikat:

Politik, adanya inovasi teknologi yang diciptakan yaitu dunia maya, dalam kurun waktu 20 tahun terakhir dunia maya menjadi tempat untuk berkompetisi antar kepentingan politik dan perselisihan yang terjadi antar negara. Easton dan Lasswell mengungkapkan bahwa dengan adanya peningkatan dalam partisipasi politik maka menciptakan suatu pandangan baru untuk dapat menyuarakan aspirasi politik, sehingga hal ini akan sulit untuk dapat dipisahkan antara area politik dan dunia maya. Adanya perilaku cyberpolitic maka dapat berubah sesuai dengan wacana politik dan interaksi yang menghasilkan adanya efek di seluruh dunia yang kemudian menyebabkan adanya penggabungan kepentingan dan pola-pola baru di dalam dunia internasional. Contoh serangan cyber pada motif politik antara lain:

  • Terorisme Cyber adalah terorisme yang dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi yang secara lebih spesifik dalam kegiatan terornya. Ideologi politik menjadi motivasi dalam serangan terhadap infrastruktur informasi sehingga menyebabkan adanya kerusakan pada jaringan informasi baik dalam pemerintahan maupun swasta. Para terorisme cyber ini menambahkan teknologi seperti smartphone, laptop, Ipad yang ditambahkan dalam gudang persenjataan mereka dengan mengembangkan enkripsi perangkat lunak untuk serangan dan pengamanan komunikasi antar sesama anggota, maka dengan mengembangkan perangkat lunak dapat melindungi komunikasi mereka saat para lembaga-lembaga anti terorisme untuk memulai memecahkan kode enkripsi dengan teknologi mereka yang cepat beradaptasi. Peran dari teknologi bagi para Terorisme Cyber melalui situs website untuk kegiatan rahasia  dan komunikasi internet seperti E-mail, messaging, forum yang dapat disembunyikan. Teroris ingin melemahkan Keamanan Nasional Amerika Serikat melalui internet untuk meningkatkan keefektivitasan operasional dan sekaligus merusak upaya Amerika Serikat yang berkaitan dengan pencegahan serangan cyber, selain itu menggunakan internet untuk dapat memanipulasi opini publik serta liputan media dengan cara merusak kepentingan Amerika Serikat, hal ini dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional Amerika Serikat.
  • Spionase Cyber merupakan upaya atau tindakan untuk dapat memperoleh data rahasia, informasi kepemilikan yang bersifat rahasia dari individu, pesaing bisnis, kelompok, pemerintah, musuh untuk kepentingan militer, keuntungan politik atau keuntungan ekonomi dengan menggunakan metode eksplorasi yang illegal melaui jaringan internet dan perangkat lunak. Hal ini terjadi pada Amerika Serikat bahwa terdapat spionase cyber yang dilakukan oleh China untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana kebijakan luar negeri dan rencana militer Amerika Serikat dengan cara menggunakan kemampuan ComputerNetwork Exploitation(CNE) sebagai pendukung mengumpulkan informasi intelijen pada sektor diplomatik, ekonomi dan industri pertahanan pada program-program yang terlibat pada pertahanan Nasional Amerika Serikat dan jaringan komputer milik pemerintah Amerika Serikat, perguruan tinggi serta lembaga penting lainnya yang memiliki kepentingan informasi yang sensitif menjadi target dalam serangan cyber, ada beberapa contoh kasus spionase cyber yang dilakukan China kepada Amerika Serikat yang telah diidentifikasi dalam beberapa tahun terakhir antara lain:
  1. Adanya penyusupan jaringan cyber  Jet Propulsion Laboratory (JPL) pada laboratorium NASA dengan alamat  Internet Protocol (IP) yang berbasis di China, hal ini diungkapkan oleh NASA  pada tahun 2012, JPL merupakan pusat penelitian dan pengembangan dan fungsinya adalah sebagai laboratorium pembangunan dan pengoperasian robot luar angkasa yang didanai oleh pemerintah Federal Amerika Serikat dan NASA, sehingga penyusup dapat memperoleh kendali penuh fungsional melalui jaringan yang dapat menyalin, menghapus serta memodifikasi file sensitif seperti memanipulasi account pengguna dan mencuri akses penting database NASA dan lain-lain.
  2. Dalam laporan Washington Times terdapat jaringan cyber China yang berulang kali menyusup jaringan kontraktor terkait dengan rencana desain F-35 Joint Strike Fighter sejak awal 2007, kemudian muncul adanya kemiripan antara pesawat tempur siluman China J-31 dengan F-35 dengan pengembangan rancangan desain F-35, sehingga China mengalami posisi kesulitan karena adanya pelanggaran hak kekayaan intelektual yaitu mengenai cetak biru F-35 milik Amerika Serikat.
  • Pada tahun 2012 terdapat 3 unit reaktor pembangkit listrik di San Onofre yang mengalami kebocoran radioaktif di bagian katup penahan dan selama masa penyelidikan ditemukan lebih dari 3000 tabung mengalamu keausan dan menyebabkan sistem kendali tidak berfungsi maksimal,
  • Selanjutnya adanya serangkaian tindakan hacker dengan melakukan serangan pada program yang dibangun pemerintah Amerika Serikat yaitu Smart Meter yang berguna untuk meningkatkan efektitas penggunaan listrik rumah tangga dengan mengontrolnya melalui jaringan online sehingga dapat  secara otomatis mengontrol tarif sesuai dengan kapasitas pengguna masing-masing, namun terdapat insiden pencurian listrik yang terkait dengan oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan wewenangnya untuk merubah dan memodifikasi sistem tersebut dengan menggunakan converter perangkat optik untuk mengganggu sistem smart meter ketika terhubung dengan komputer.

Ekonomi, serangan Cyber menyebabkan kerusakan yang tidak terbatas pada dunia virtual namun dampaknya meliputi kerusakan fisik bahkan fasilitas manusia dan yang paling bahaya dan umum yaitu dampak ekonomi bagi Amerika Serikat, karena dengan adanya kejahatan cyber banyak perusahaan industri mengalami kerugian sehingga dapat berdampak pada perekonomian secara keseluruhan dan menghambat perekonomian, contohnya antara lain:

  1. Critical Infrastructure Sektor Pipa. Serangan cyber yang berkaitan dengan Critical Infrastructure pada jaringan pipa dengan memindahkan file yang penting dan sensitive seperti username, password, daftar personil dan control akses sistem pipa sehingga pelaku serangan cyber  dapat mengendalikan, mengubah bahkan melakukan pemetaan untuk level serangan lebih lanjut dengan melakukan pengeboman, selain itu dapat menggunakan data tersebut untuk langsung mereset sistem jaringan pipa yang dikendalikan oleh komputer serta dapat melakukan tindakan sabotase melalui gangguan tekanan pipa atau dengan mengatur katup yang tidak aman dapat mengakibatkan ledakan atau kegagalan sistem. Amerika Serikat memiliki hampir 500.000 juta mil pada jaringan pipa untuk mendistribusikan minyak, gas dan cairan berbahaya ke seluruh negara bagian Amerika Serikat dan Kanada, jaringan pipa tersebut terintegrasi dan memiliki bagian penting untuk suplai pasokan energi dan memiliki hubungan penting bagi infrastruktur lainnya seperti pembangkit listrik, transportasi umum, bandara, dan pangkalan militer. Hal ini menjadi perhatian khusus terhadap keamanan karena apabila jaringan pipa ini di serang oleh pelaku serangan cyber dapat menimbulkan kekacauan ekonomi.
  2. Critical Infrastructure Sektor Jaringan Listrik. Serangan cyber juga dapat melibatkan sektor energi khususnya jaringan listrik. Amerika Serikat harus semakin meningkatkan keamanan nasional untuk menjaga jaringan listrik karena serangan cyber dapat melumpuhkan sistem jaringan listrik, hal ini menjadi masalah bagi pemerintah Amerika Serikat untuk menghadapi hacker yang mengakses sistem jaringan listrik melalui sistem komputer. Amerika Serikat mengembangkan “Smart Grid” yaitu menggabungkan kemampuan analog dan digital dalam jaringan listrik untuk sistem perangkat yang lebih canggih. Masih lemahnya keamanan cyber Amerika Serikat pada sektor jaringan listrik, terdapat insiden berikut ini:
  • Pada tahun 2012 terdapat 3 unit reaktor pembangkit listrik di San Onofre yang mengalami kebocoran radioaktif di bagian katup penahan dan selama masa penyelidikan ditemukan lebih dari 3000 tabung mengalamu keausan dan menyebabkan sistem kendali tidak berfungsi maksimal,
  • Selanjutnya adanya serangkaian tindakan hacker dengan melakukan serangan pada program yang dibangun pemerintah Amerika Serikat yaitu Smart Meter yang berguna untuk meningkatkan efektitas penggunaan listrik rumah tangga dengan mengontrolnya melalui jaringan online sehingga dapat  secara otomatis mengontrol tarif sesuai dengan kapasitas pengguna masing-masing, namun terdapat insiden pencurian listrik yang terkait dengan oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan wewenangnya untuk merubah dan memodifikasi sistem tersebut dengan menggunakan converter perangkat optik untuk mengganggu sistem smart meter ketika terhubung dengan komputer.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *