BERKACA PADA PENDIDIKAN QATAR

Pendidikan merupakan kunci, tonggak dan tolak ukur kemajuan bangsa. Berhasil atau tidaknya proses pendidikan suatu negra akan berdampak bagi proses kemajuan suatu negara. Dengan terjaminnya pendidikan yang baik maka masa depan yang cerah dan baik akan tercapai. Pendidikan sangat penting bagi para penerus bangsa. Suatu negara  dapat terus bergerak maju untuk mencapai cita-cita bangsa, maka harus memberikan kualitas pendidikan yang baik bagi masyarakat. Salah satu negara yang yang sangat serius untuk memperbaiki kualitas pendidikan dengan cara merevolusi sistem pendidikan yaitu Qatar melalui Qatar Foundation. Lembaga ini berupaya untuk meningkatkan sumber daya manusia dengan memperbaiki sistem pendidikan di negara Qatar dan membentuk sebuah forum yang dikenal dengan Arab Expatriate Scientist Network. Qatar menyadari bahwa sumber daya alam kilang minyak yang ada tidak bisa dimanfaatkan selamanya sehingga perlu mengembangkan potensi lainnya salah satunya dengan mengembangkan pendidikan.

Sejarah Pendidikan Qatar

Qatar sebelum tahun 1947 belum memiliki sistem pendidikan formal. Pada umumnya anak-anak Qatar menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an dan belajar membaca dan menulis di Khuttab (buku-buku). Tempat berlangsungnya kegiatan belajar informal di masjid-masjid atau rumah-rumah yang didampingi oleh laki-laki atau wanita dewasa yang memahami tentang ajaran Islam. Di Qatar awal perkembangan pendidikan berfokus pada pendidikan kaum laki-laki, kemudian pada tahun 1956 dibentuk Qatar Ministry of Education untuk pendidikan yang terbuka bagi laki-laki dan perempuan. Sekolah umum terbuka mendidik semua masyarakat Qatar dan anak-anak dari para ekspatriat yang bekerja di pemerintahan Qatar.

Pada tahun 1971 setelah merdeka, Qatar mengembangkan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi dan pada tahun 1973 dibuka College of Education yang berkembang menjadi Universitas Qatar yang menjadi satu-satunya pendidikan tinggi yang mencetak guru-guru dengan menampung 150 pelajar. Pada tahun 1977 dibentuk Universitas Qatar sebagai Universitas negeri dan satu-satunya univervitas yang mencakup beberapa bidang ilmu antara lain humaniora, studi sosial, studi Islam dan Science. Sejak tahun 1970an Qatar melakukan investasi untuk pendidikan tinggi dengan memberikan beasiswa keluar negeri untuk memperoleh pendidikan sarjana dan pasca-sarjana untuk bidang ilmu yang tidak tersedia di Qatar. Dalam rentang tahun 1985-1986 terdapat sekitar 1000 pelajar mendapat beasiswa keluar negeri dengan tujuan belajar dibeberapa negara seperti ke negara Arab lain, Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

Dalam perkembangannya, pendidikan di Qatar terlihat semu sampai tahun 1995, maka  pemerintah membentuk  Qatar Foundation sebagai organisasi non profit yang digerakkan dan didukung oleh pemerintah untuk merevolusi sistem pendidikan dengan program-program yang dicanangkan oleh Qatar Foundation salah satunya program Education City. Melalui program ini, banyak universitas swasta dari luar negeri yang membuka cabang di Qatar diantaranya dari Amerika Serikat dan Australia. Sebelumnya  pemerintah Qatar pada tahun 2002 dalam program pengembangan pendidikan mencanangkan kebijakan Education for a New Era untuk menjawab tantangan yang ada pada manajemen dan pelaksanaan untuk jasa pendidikan, sistem kurikulum, kualitas tenaga pengajar dan ketersediaan fasilitas pendukung serta reformasi pendidikan dengan berbasis empat pilar yakni otonomi, akuntabilitas, jenis dan pilihan.

Qatar Foundation

Pengembangan pendidikan yang dilakukan pemerintah Qatar dengan mengirimkan pelajar terbaiknya keluar negeri belum dirasa maksimal. Langkah selanjutnya pemerintah Qatar membentuk organisasi dibawah pemerintah untuk mengembangkan pendidikan dalam negeri melalui Qatar Foundation. Aliran brain drain atau emigrasi individu-individu yang memiliki keahlian tinggi diatasi dengan program yang dicanangkan oleh Qatar Foundation, yang tidak hanya untuk mengatasi aliran pelajar keluar negeri, namun program yang ada pada Qatar Foundation juga bertujuan untuk menarik pelajar dari negara-negara tetangganya untuk menempuh pendidikan disana dan secara khusus Qatar membentuk forum untuk mengumpulkan para ekspatriat asal Qatar dan negara Arab lainnya. Hal ini mendorong kepentingan nasional Qatar yang memiliki tujuan untuk membentuk masyarakat yang berbasis pendidikan dan perekonomian yang berkelanjutan.

Qatar Foundation memiliki tiga pilar utama yaitu Education, Science and Research dan Community development, serta membentuk Education City yang berada di Doha pada tahun 2003, yang memiliki area dengan desain untuk menampung beberapa universitas cabang asal Amerika, Inggris, dan Australia seperti:

a.Virginia Commonwealth University in Qatar, dengan bidang keilmuan berupa desain grafis, fashion, desain interior, seni lukis serta bidang keilmuwan yang berhubungan dengan seni,

b. Weill Cornell Medical College, menawarkan bidang kedokteran dan medis,

c. Texas A&M University at Qatar yang menawarkan bidang kimia, mekanik, perlistrikan, mesin serta petroleum engineering,

d. Carnegie Mellon University in Qatar yang menawarkan bidang pendidikan bisnis, informatika, dan ilmu komputer,

e. Georgetown University School of Foreign Service in Qatar yang menawarkan bidang pendidikan Hubungan Internasional dan foreign service, dll

Qatar Foundation dalam bidang Community Development menghasilkan beberapa program yang salah satunya program Social Development Centre untuk memberikan fasilitas konseling untuk siapa saja mengenai karir, kehidupan dan lain-lain. Pada bidang research and science dengan membentuk forum untuk mewadahi komunikasi para ekspatriat dari Qatar dan negara Arab lainnya yang disebut dengan Arab Expatriate Scientists Network yang dalam forum ini untuk mengumpulkan sumber keilmuan dari orang-orang Arab yang aktif di luar negara-negara Arab.

Arab Expatriate Scientist

Arab Expatriate Scientist (AES) merupakan sebuah forum yang dibentuk oleh Qatar Foundation untuk mengumpulkan para ahli ilmuwan. AES sebagai partner kunci dalam proses untuk mencapai strategi penelitian nasional Qatar. Pada tahun 2006 di Doha diadakan pertemuan inisiasi yang menghasilkan deklarasi yaitu: 

  1. Membentuk sebuah jaringan dari Arab Expatriate Scientist, ilmuwan Qatar, serta para Stakeholder dalam tiga bidang penelitian utama yaitu: biomedis, lingkungan dan informasi teknologi,
  2. Mengembangkan prioritas penelitian Qatar dengan mengoordinasikan para stakeholder terkait tiga bidang di atas,
  3. Mengembangkan rancangan dasar strategi penelitian nasional Qatar,
  4. Mengembangkan rancangan terkait kelembagaan di tiga bidang yang menjadi prioritas,
  5. Mendorong penelitian di bidang kebudayaan Qatar yang didanai oleh negara.
  6. Merencanakan pertemuan Qfirst 2007 sebagai tindak lanjut strategi nasional Qatar mengembangkan penelitian.

Konferensi pertama AES diselenggarakan pada bulan Desember 2007 yang disebut dengan QFRIST sebagai pertemuan berkelanjutan dari komitmen komunitas ilmuwan untuk mengembangkan program pendidikan di Qatar yang membahas mengenai gambaran strategi science and technology research dengan rician pertemuan sebagai berikut:

  1. Menjelaskan visi nasional Qatar terhadap pembangunan yang berkelanjutan,
  2. Menyoroti bagaimana peran research dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan (knowledge based society),
  3. Membahas inisiatif program penelitian negara Qatar, tantangan erta peluang yang dihadapi dalam tiga bidang, yaitu: biomedis, lingkungan, dan informasi dan teknologi,
  4. Mencari model serta pengalaman negara lain yang telah sukses mengimplementasikan kebijakan pengembangan research dan teknologi untuk pembangunan yang berkelanjutan,
  5. Menganalisis dan melihat kembali proposal untuk penelitian atau lembaga think tank terkait di tiga bidang yang menjadi fokus,
  6. Menyediakan kesempatan yang baru bagi ilmuwan ekspatriat asal Arab dan Qatar dalam membangun karingan komunikasi di bidang yang menjadi fokus,
  7. Menggarisbawahi mekanisme kolaborasi dari Joint Committtee dan Arab Expatriate Scientists Forum,  
  8. Berkontribusi untuk mempromosikan pendekatan ilmiah serta inovasi kebudayaan bagi negara Qatar dan negara Arab sekitarnya.

AES simposium diadakan setiap tahun di Doha Qatar serta terdapat lembaga atau institute penelitian yang dibentuk dan dikelola oleh AES dan telah beroperasi secara aktif yaitu antara lain:

  1. Qatar Computing Research Institute (QCRI)
  2. Qatar Biomedical Research Institute (QBRI)
  3. Qatar Environment and Energy Institute (QEERI)
  4. Qatar National Research Fund (QNRF)
  5. Qatar Science and Technology Park (QTSP)

Pencapaian AES

Setelah pertemuan pada tahun 2006 dan tahun 2007, AES mengadakan pertemuan kembali pada tahun 2010 yang disebut dengan forum Arab Research Forum and Arab Expatriate Scientist Network. Dalam forum ini disepakati untuk mengajak partner dan para stakeholder untuk berkolaborasi dalam penelitian, mendorong program-program penelitian interdisipliner dan memperkirakan peluang ke depan yang berkaitan dengan koordinasi penelitian di antara para partner dan stakeholder. Dalam pertemuan ini juga membahas beberapa topik yang berkaitan dengan program penelitian yang dikembangkan AES antara lain: Tren dan tantangan terkini terkait penelitian biomedis Pipa air Aquaporin: dari struktur atom untuk malaria, Agenda global untuk memenuhi kebutuhan lokal, Penelitian Sains Islam.

Selanjutnya pada tahun 2011 diadakan pertemuan AESN yang membahas mengenai isu internasional yang berkaitan dengan penelitian kesehatan, lingkungan, energy, ilmu perhitungan, sosial sains dan humaniter dan menyumbangkan sumber keilmuwannya untuk penelitian global, kemudian pada tahun 2012 dalam forum tersebut membahas Roadmap Qatar National Research Strategy yang berfokus pada bidang yang terkait dengan masalah lingkungan,kesehatan dan biomedis, informasi dan telekomunikasi,seni, humaniter,studi Islam dan sosial sains.

Pendidikan menjadi faktor kunci untuk mendorong pengembangan masyarakat dan kemajuan suatu negara. Negara Qatar memiliki visi yang pada tahun 2030 untuk menjadi negara penghasil hidrokarbon dan menjadi negara dengan masyarakat yang berbasis pendidikan serta memiliki standar hidup yang lebih. AES menjadi alat bagi negara Qatar untuk menjadi negara yang bisa mengembangkan ilmu pengetahuan demi kemajuan pendidikan di dalam negaranya dan ilmu tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat dunia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *