BUDAYA SEBAGAI SOFT POWER DIPLOMASI INDONESIA

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman budaya yang pada setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Sejak berabad-abad yang lalu kebudayaan Indonesia sudah terbentuk dengan masyarakat yang sangat majemuk yang terdiri dari 600 suku bangsa dan memiliki budaya yang beragam. Kebudayaan menjadi media diplomasi yang efektif karena memiliki unsur-unsur universal (cultural universals), dalam unsur-unsurnya terdapat dalam semua kebudayaan bangsa-bangsa di dunia. Koentjaraningrat membagi kebudayaan ke dalam 7 unsur-unsur universal yang terdapat pada semua bangsa yaitu: sistem religi dan upacara, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem pencaharian hidup,sistem teknologi dan peralatan.

Pada tahun 1990-an Indonesia mulai menggelar pameran kebudayaan di Amerika Serikat. Pameran ini memperlihatkan kepada masyarakat dunia berbagai bentuk dan produk kreatif seniman Indonesia, pameran ini dinilai sukses dan mendapat respons yang positif dari publik AS. Indonesia. Pameran kebudayaan pada taraf internasional dimaksudkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Budaya Indonesia sangat diapresiasi oleh masyarakat dunia, dengan cara belajar budaya Indonesia mulai dari lagu, tarian, kerajinan, dan lain-lain. Keragaman budaya  menjadi sebuah kekuatan penting dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan yang saat ini sedang dihadapi. Selain itu,  keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia menjadi suatu kekuatan untuk bangsa Indonesia dalam berdiplomasi antar bangsa, bahkan diplomasi budaya dapat menjembatani konflik antar bangsa.

Soft Power Diplomacy adalah penyelenggaraan hubungan Indonesia dengan negara-negara dan entitas internasional lain dengan menggunakan kemampuan untuk menarik perhatian dan bekerja sama, mengubah dan mempengaruhi opini publik dan sosial melalui berbagai saluran. Indonesia untuk menjembatani perbedaan dunia saat ini akan selalu memainkan Soft Power Diplomacy. Dalam pembukaan pagelaran Indonesia Channel 2016, Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi  menyampaikan “Dengan adanya berbagai konflik yang terjadi tentunya memerlukan banyak sekali jembatan, dan bukan hanya satu atau dua jembatan untuk menghubungkan antara budaya yang berbeda, agama yang berbeda, dan kepentingan yang berbeda, dan inilah bagian yang ingin dimainkan oleh Indonesia untuk membangun berjuta jembatan agar dunia menjadi damai dan stabil melalui seni dan budaya.”

Budaya menjadi alat diplomasi bagi Indonesia untuk menjembatani perbedaan dunia saat ini. Budaya merupakan alat diplomasi yang dapat mempersatukan masyarakat suatu negara dengan masyarakat negara-negara lain, karena budaya dalam suatu bangsa  sangat melekat pada semua kalangan masyarakat, dan budaya sangat melekat  dengan kehidupan sehari-hari sehingga budaya menjadi sangat pengaruh dalam kehidupan masyarakat dalam bernegara. Sehingga kekuatan budaya menjadi alat yang penting yang bisa digunakan untuk menjembatani konflik yang ada antara negara satu dengan negara yang lain.

Untuk itu, Indonesia dengan kekayaan keanekaragaman budaya yang dimiliki dari Sabang sampai Merauke menggunakan kekuatan budaya negara sendiri untuk melakukan Soft Power Diplomacy untuk menjembatani perbedaan dan konflik yang terjadi pada dunia saat ini, salah satunya dengan memberikan Beasiswa Seni Dan Budaya Indonesia (BSBI) yang dimulai dari tahun 2003. Beasiswa ini memberikan kesempatan untuk para anak-anak dan para kaum muda dari negara-negara Asia, Pasifik Eropa dan Amerika untuk belajar kebudayaan Indonesia seperti memainkan musik gamelan, menari, membuat anyaman, melukis, membantik dan lain sebagainya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *